Thursday, October 8, 2015

Algoritma SHA-1 Harus Segera "Dimatikan"

Leave a Comment

Penggunaan algoritma hash SHA-1 sepertinya akan segera berakhir, algoritma yang sudah digunakan selama dua dekade terakhir ini dianggap sudah tidak aman lagi.
Algoritma SHA-1 adalah salah satu algoritma hash yang diciptakan oleh NSA (National Security Agency), badan keamanan Amerika, pada tahun 1995, merupakan akronim dari Secure Hash Algoritm 1. SHA-1 dapat dikenali dengan ciri yaitu hexadesimal sepanjang 40 digit. SHA-1 merupakan generasi ke dua dari algoritma SHA, sampai saat ini sudah ada algoritma hash penerusnya yaitu SHA-2 yang sama-sama dikembangkan oleh NSA, dan SHA-3 yang dikembangkan oleh peneliti independen.
Collision Attack

Collision Attack
Dalam kriptografi ada sebuah metode untuk menemukan dua inputan berbeda yang akan menghasilkan hash yang sama, metode ini dinamakan Collision Attack. Ilmuan dari Centrum Wiskunde & Informatica  Belanda, Inria Perancis, dan Nanyang Technological University Singapore, mempublikasikan sebuah paper yang menyatakan bahwa SHA-1 sudah rentan terhadap collision attack. Hal ini diduga diakibatkan semakin majunya spesifikasi perangkat komputer untuk melakukan collision attack. Namun temuan ini tidak akan menyebabkan efek instan terhadap keamanan penggunaan SHA-1.

Berganti ke SHA-2/SHA-3
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dengan penggunaan SHA-1 lebih lanjut, ilmuan menyarankan untuk secara perlahan mulai melakukan migrasi ke algoritma yang lebih baru yaitu SHA-2 atau SHA-3. Migrasi ini tentu akan membutuhkan perencanaan yang matang sehingga sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Sumber : The Hacker News
Read More

Saturday, October 3, 2015

AdBlock "diblok" NSA?

Leave a Comment


Web dengan trafik kunjungan yang tinggi tetapi tidak memasang space iklan memang agak sedikit aneh, karena semua tahu bahwa iklan yang dipasang menawarkan keuntungan yang besar. Belakangan pemilik laman blog atau web berlomba-lomba untuk memasang iklan di laman webnya, sehingga kadang tujuan utama blog untuk sharing informasi teralihkan demi meraup keuntungan dari iklan. 

Logo AdBlock
Bagi sebagian orang iklan juga menjadi sesuatu yang sangat annoying, sehingga kadang mereka menerapkan berbagai cara untuk menghilangkan iklan saat browsing di internet. Satu metode yang populer adalah dengan memasang ekstensi atau plugin AdBlock di browser, cara ini cukup ampuh sehingga laman web yang dikunjungi menjadi bebas dari iklan yang mengganggu.

Masa nyaman para pengguna AdBlock mungkin akan segera berakhir, sebelumnya pernah diberitakan sebelumnya bahwa Google berniat melobi pihak AdBlock untuk tidak melakukan blok terhadap konten iklan dari Google. Bahkan Google berniat memberikan "sanksi" bagi pengunjung Youtube yang menggunakan ekstensi ini.
NSA
Hal mengejutkan adalah baru saja diumumkan oleh AdBlock melalui popup messagenya, bahwa mulai sekarang AdBlock akan berpartisipasi dalam program "Acceptable Ads". Tidak hanya itu Michael Gundlach, pemilik AdBlock menyatakan telah menjual AdBlock dan tidak menyebutkan kepada siapa dia menjualnya. Banyak yang berpekulasi bahwa yang melakukan pembelian adalah pihak NSA, badan keamanan nasional Amerika. 

Read More

Friday, October 2, 2015

Resmi, Mulai Hari Ini Google Menjadi Alphabet

Leave a Comment

"G Is For Google; As Of Now, Alphabet Is For Everything Else." (G untuk Google; Dari sekarang, Alphabet untuk semua yang Lainnya). Begitulah kira-kira judul berita dari laman situs berita online Forbes.


Sundar Pichai
Beberapa jam yang lalu Google secara resmi mengumumkan berubah menjadi Alphabet, setelah menutup pasarnya pada hari jum'at. Bukan hal yang terlalu mengejutkan memang karena beberapa waktu yang lalu secara resmi Lary Page, mantan CEO Google mengumumkan bahwa Google akan dibawahi sebuah perusahaan bernama Alphabet. Dalam kesempatan yang sama Lary mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO Google, dan menunjuk CEO baru, Sundar Pichai yang memang bukan orang baru di Google.


Apakah pengumuman ini ada kaitannya dengan kejadian tersedianya domain Google.com beberapa waktu lalu? Kalau anda belum tahu beritanya silahkan baca di sini.

Setelah pengumuman resmi ini maka kepemilikan mesin pencarian Google, Youtube, dan Android sepenuhnya menjadi milik Alphabet. Pengumuman ini sebenarnya tidak terlalu membingungkan, mudahnya ini sama halnya dengan Google berganti nama menjadi Alphabet.

Keputusan Google belakangan ini memang menjadi perhatian banyak pihak, entah itu akan membuat bisnis mereka semakin berkembang atau malah menghambat, tidak ada yang tahu.

Sumber: CNN Money, Forbes, Business Insider Indonesia
Read More

Thursday, October 1, 2015

Domain Google.com Bisa Dibeli dengan Hanya 12 USD

Leave a Comment
Kejadian menarik terjadi beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada 29 September 2015. Sanmay Ved, seorang karyawan Amazon --dan juga merupakan mantan karyawan Google--menemukan bahwa domain Google.com berstatus "available" untuk dibeli dengan harga hanya 12 USD (atau jika di konversikan ke rupiah saat ini sekitar Rp.170.000). Dan lucunya lagi Ved menemukan hal unik tersebut pada situs Google Domain sendiri.

Setelah berhasil membeli domain Google.com tersebut, Ved memposting kejadian aneh yang dialaminya ini pada akun Linkedin-nya dan lansung menjadi booming.

Sanmay Ved memposting di akun Linkedin-nya


Kejadian ini cukup aneh karena menimpa perusahan adidaya semacam Google. Entah karena Google lupa untuk memperbaharui ownership domainnya sendiri atau ada bug pada domain google masih menjadi spekulasi para nettizen. Untuk saat ini Ved telah melaporkan kejadian ini kepada pihak Google dan telah ditindaklanjuti.

Sumber: The Hacker News, Linkedin, Hacoder 
Read More

Monday, May 25, 2015

How to get free VPS trial free without Credit Card

Leave a Comment
VMWare give you a chance to try to use VPS free-trial for seven days without need credit card confirmation. It give us experience how to use VPS without cost to pay. It's good for students or everyone to get knowledge and more experience in using VPS even just for days. VMWare give offer with good specification with Single Core CPU, 2 GB of memory, 25 GB storage, and Windows Server 2008 Installed. To start the experience please click this VMware® Horizon Air Desktop Free Trial

Website page about this promo

We can get this offer just with sign up with our email address and then check our inbox to get username and password to access CPanel and the VPS. To connect this VPS is so simple, we just need to download RDP file where we found in CPanel and open it, click on Desktop link right after windows server logo.
Login form to access VPS CPanel

Click on Desktop link to download RDP

Click the RDP file we've download and Remote Desktop Connection will opened, just click OK whatever showed after that. Wait a moment and we will asked to enter credential to access the Desktop, then enter your username and your password. Then tada, you can enjoy your free VPS now.

After you double-clicked on RDP file this will appear, just wait a moment.

Enter your password that given before there.
Desktop appearance after your first login 

But wait, you doesn't allowed to open website except just some website allowed by. To know what website you allowed to access try to open web like reddit (this website not allowed) or something else and page that noticed you will appear after.
Read More

Sunday, February 1, 2015

Vivaldi, A New Browser for Our Friends

Leave a Comment
Vivaldi Speed Dial


Vivaldi, a new browser name has arrived this week available for Windows, Mac, and Linux. Vivaldi come with new taste of browser and meets need of power user.  It is built — shock — on the tried-and-tested open-source frameworks of Chromium, Blink and Google’s open-source V8 JavaScript engine (among other projects). 

Does the world really want another browser? Vivaldi, the brain child of former Opera Software CEO Jon von Tetzchner, is less concerned about want and more about need.


Vivaldi is being built with the sort of features that keyboard preferring tab addicts need. It is not being pitched at users who find Firefox perplexing or whose sole criticism of Chrome is that it moved the bookmarks button.
That’s not tacky marketing spiel either. Despite the ‘technical preview’ badge it comes with, Vivaldi is alreadypacked with features that demonstrate its power user slant.
Plenty of folks feel left behind and underserved by the simplified, paired back offerings other software companies are producing. Vivaldi, even at this early juncture, looks well placed to succeed in winning them over.
Vivaldi's Bookmarks
Overall no major different things from this this browser, but you should test this unique of vivaldi, the bar color always matching its color with website color theme, awesome!
Vivaldi's Bar when open Facebook

Vivaldi's Bar when open twitter
For other feature, check this review videos by Saurav Sinha:


If you interested to try this new browser, visit Vivaldi's official website Vivaldi.com.

Source : OMG Ubuntu




Read More